Diabetic foot (DF) merupakan kondisi serius pada kaki sebagai salah satu komplikasi yang timbul dari penyakit diabetes mellitus (DM). Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan saraf tepi dan gangguan sirkulasi darah dari penyakit DM.  Kaki merupakan lokasi tersering karena merupakan bagian tubuh paling bawah  yang mendapat aliran darah atau hantaran saraf sehingga merupakan terminal akhir dari suatu proses sirkulasi.  Banyak faktor sangat berperan dalam mencetuskan kaki sebagai suatu komplikasi DM.  

Struktur pergelangan dan kaki dibangun oleh sekitar 26 tulang dan 33 sendi, yang dipertahankan oleh lebih 100 otot, tendon, maupun ligamen.  Struktur dengan area sangat kecil namun mengalami beban gaya gravitasi yang sangat besar dalam beraktifitas jalan, lari  dan melompat.  Kadar gula yang tinggi akan mengganggu aliran darah ke jaringan otot, ligament, sendi dan tulang kaki sehingga jaringan tersebut tidak mendapat nutrisi dan tidak mampu mempertahankan konstruksi kaki yang sangat kompleks. Gangguan sensibilitas akan mempercepat robohnya konstruksi tersebut dikarenakan pasien masih beraktifitas seperti layaknya normal pada umumnya, namun pasien tidak memiliki rasa nyeri. Problem akan semakin serius bila disertai perubahan bentuk kaki, kondisi infeksi, luka/ borok, gangguan fungsi motorik dan tingkat kepatuhan pasien yang rendah sehingga DF merupakan ancaman yang berat baik terhadap pasien, tenaga medis bahkan secara ekonomi global.